KEPUTUSAN TERAKHIR

Pagi ini masih penuh dengan perjuangan yang tidak bisa ku akhiri begitu mudah. Shift malam terasa lebih baik karena atasan tidak datang mengawasi. Perjalanan menggunakan angkutan umum bersama teman-teman seperjuangan membuat perjalanan terasa lebih cepat dan dipenuhi canda tawa.

Aku bekerja dari jam 07.00 Malam sampai jam 07.00 Pagi berdiri dan hanya beberapa menit saja saat jeda dan istirahat Aku baru bisa duduk meluruskan kaki yang terlihat sangat lelah. Gaji yang tidak sesuai harapan namun dituntut kerja yang tiada pengampunan, saat itu Aku teringat kaki ku bengkak dan terasa sangat menyakitkan namun karena Aku sadar tujuan ku datang untuk bekerja tapi yang tak pernah ku duga pekerjaan yang dibicarakan tak sesuai dengan kenyataan. 

Memang mengecewakan! 

Terkadang Aku ingin keluar dari pekerjaanku, namun Aku sadar saat ini rasanya Aku masih membutuhkan belum ada batu loncatan lagi sehingga Aku pertahankan pekerjaan ini.
Tiba-tiba Aku dapat info ada pekerjaan Admin ditempat lain Aku coba mendaftar, interview lalu lolos. 

Pekerjaan dihari pertama menjadi Admin hanya memasukan file ke komputer jadi bagiku tidak terlalu sulit karena Aku sudah terbiasa di depan komputer. Namun semakin lama pekerjaanku kian bertambah sehingga membuat Aku dituntut banyak pekerjaan sekaligus. Semuanya membuatku stres sehingga suatu hari terjadi kesalahan yang semuanya menyudutkanku. 

Masa terpuruk saat itu adalah masa kelam yang mengisi memoriku terdalam saat ini adalah kesalahan bersama karena tim tetapi semua kesalahan dijatuhkan padaku. Aku harus mengganti rugi yang saat awal nominalnya hanya sedikit tetapi tiba-tiba saat Aku diberikan pilihan untuk bertahan namun Aku memilih keluar jadi semakin banyak denda yang harus kubayar. 

Setiap hari yang kulalui rasanya muak, menangis dan tidak mampu berbuat apapun, Aku sudah berusaha sebaik mungkin namun tetap saja disalahkan oleh atasan secara sepihak. Air mata yang sudah lama kurawat ternyata tak mampu ku tangani dengan baik. keputusanku sudah bulat bahwa Aku akan berhenti dari pekerjaan ini karena ketidakadilan ini. 

Disuatu rapat Aku disudutkan dan diberikan pilihan jika Aku bertahan maka gajiku akan naik, jika ingin keluar maka Aku tidak akan bisa bekerja disitu lagi. Keputusanku tetap sama Aku takkan kembali. Aku bersyukur memiliki keluarga yang hebat dan selalu suport diriku disaat seperti ini, hingga semuanya yang kulalui terasa lebih ringan. 

Aku sadar bahwa menjadi orang yang baik belum tentu akan mendapatkan perlakuan baik, saat-saat bekerja semua mental dan fisik dihajar habis-habisan. Ketahuilah sebaikanya mempersiapkan itu semua sebelum benar-benar terjun di dunia pekerjaan karena semuanya tidak seindah banyangan saat masih duduk dibangku sekolah. 

Perjuangan, air mata, lelah, depresi, emosi, menyerah semua dirasakan dalam proses berjuang. Siapkan mental dan fisik kalian sebelum terjun di dunia yang sebenarnya, saat kalian dipaksa kuat dan hebat ditengah gempuran banyaknya orang bermuka dua. 

Komentar