KOKOHNYA AIR MATA
Pada malam aku genggam sebuah janji
janji yang sebenarnya tak ku terima
namun ku rasa pilihan sudah tak ada
bukankah harus ada yang mengalah
jika ingin tetap bersama!
Kokohnya air mata
kubasuhi dengan luka dan doa
kukuatkan pada sebuah rasa
bahwa beginilah cinta dengan dua rasa
rasa suka dan duka
Aku berpijak pada tangguhnya rasa
membakar keegoisan di jiwa
berharap dia kan merasa
bahwa ada aku disini yang berdoa
semoga engkau kita mampu bersama
Memperbaiki kejolak rasa
yang mencoba membunuh kita berdua
dengan tangisan dan kemarahan
kini bukan tentang aku yang sabar saja
tapi maukah kita cari solusinya
Berpijaklah pada satu komitmen
meluas ke segala ruang rasa
kini bukan tentang kau saja
semua sudah menjadi KITA
PURNAMA MERINDU
Komentar
Posting Komentar